Banyak orang membandingkan persoalan tentang kesuksesan dan banyak juga yang membenci arti kegagalan, persepsi kegagalan banyak diartikan suatu hal yang paling dibenci dan paling ditakuti oleh sebagian orang.
Lalu apa yang lebih buruk daripada kegagalan?…
Lalu sukses yang palsu. Kalau Anda gagal, Anda masih bisa memperbaiki keadaannya. Paling tidak, Anda bisa belajar dari pengalaman dan bertekad untuk berbuat lebih baik pada kesempatan lain.
Lain halnya dengan sukses yang palsu. Anda mungkin menganggap Anda sudah berhasil, tapi sebenarnya Anda gagal. Sewaktu sadar bahwa Anda perlu berubah haluan, bisa jadi itu sudah terlambat.
Hal itu bisa saja terjadi atas orang yang hidupnya hanya mengejar uang dan semua yang dapat dibeli dengan uang. Itulah contoh nyata sukses yang palsu. ”Terus memikirkan kenaikan jabatan, cara mendapat lebih banyak uang atau lebih banyak barang tidak menghasilkan kepuasan batin,” tulis seorang penasihat karier Tom Denham. ”Sungguh bodoh kalau kesuksesan hanya diukur dengan uang, karena pada akhirnya Anda akan menuai kehampaan.”
Rupanya, banyak orang dewasa ini setuju. Dalam sebuah survei yang diadakan di Amerika Serikat, ternyata ”punya banyak uang” berada di urutan ke-20 dari 22 ”hal yang bisa membuat orang sukses”. Hal-hal seperti tubuh yang sehat, hubungan baik dengan keluarga dan teman, serta pekerjaan yang disukai justru ada di urutan atas.
Jelaslah, paling tidak sewaktu ditanyai, banyak orang bisa membedakan antara sukses yang palsu dan sukses yang sebenarnya. Tapi, yang lebih sulit adalah bertindak menurut pandangan yang benar tentang kesuksesan.
Bagaimana Anda Mengukur Kesuksesan?
Coba perhatikan situasi berikut, dari gambaran ini menurut anda siapa yang benar-benar sukses?
ALEX
Alex mengelola sebuah usaha. Ia jujur, rajin, dan sopan. Usahanya maju sehingga ia dan keluarganya hidup nyaman.
RIO
Rio mengelola usaha yang serupa, dan penghasilannya jauh lebih besar daripada penghasilan Alex. Tapi, supaya unggul dalam persaingan bisnis, Rio jadi kecanduan kerja dan mengidap berbagai penyakit.
JESSICA
Jessica adalah siswi SMP yang rajin dan senang belajar. Hasilnya, nilainya selalu bagus.
HELEN
Helen nilainya lebih tinggi daripada nilai Jessica dan menjadi salah satu murid yang berprestasi. Tapi, ia sering menyontek sewaktu ulangan dan tidak terlalu suka pelajaran di sekolahnya.
Jika Anda menganggap yang sukses itu Rio dan Helen, atau keempat-empatnya, Anda mungkin mengukur kesuksesan dari hasilnya saja, tidak soal caranya mereka bisa sukses.
Sebaliknya, jika Anda hanya memilih Alex dan Jessica, Anda mungkin mengukur kesuksesan dari kepribadian dan cara mereka memandang apa yang mereka kerjakan. Dan, itu masuk akal. Pertimbangkan hal berikut:
- Apa yang lebih baik bagi masa depan Jessica, mendapat nilai tertinggi atau memupuk sikap suka belajar?
- Mana yang lebih baik bagi anak-anak Alex, bisa membeli semua yang mereka inginkan atau punya ayah yang menganggap penting waktu bersama keluarga?
Intinya: Sukses yang palsu didasarkan atas apa yang tampak dari luar : sukses yang sebenarnya didasarkan atas pandangan yang benar tentang apa yang penting. (uzuan)
loading...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar